SURAT TERBUKA ​UNTUK JENDERAL TNI (PURN) H. PRABOWO SUBIYANTO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA dan ​KETUA DPR RI

SURAT TERBUKA
​KEPADA YTH :
​BAPAK JENDERAL TNI (PURN) H. PRABOWO SUBIYANTO
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.
​KETUA DPR RI.
​DI – JAKARTA
​PERIHAL : PENGAMANAN DAN KESELAMATAN PENERBANGAN DI PAPUA.
​Dengan hormat,
​Sehubungan dengan situasi keamanan di Papua yang semakin mengkhawatirkan, khususnya terkait keselamatan penerbangan sipil, kami dengan ini menyampaikan keprihatinan dan saran sebagai berikut :
​A. DASAR
​Peristiwa Pembakaran Pesawat Sipil dan Pembunuhan Pilot :
Telah berulang kali terjadi penyerangan, pembakaran pesawat sipil, dan pembunuhan terhadap awak pesawat sipil oleh Kelompok Separatis Bersenjata OPM di wilayah Papua. Ini merupakan kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan dan kedaulatan negara.
​Pengamanan Objek Vital Nasional :
Bandara dan pesawat adalah objek vital yang menopang konektivitas, logistik, kesehatan, dan perekonomian masyarakat Papua. Gangguan terhadapnya adalah gangguan terhadap hajat hidup rakyat banyak.
​3.Permohonan jaminan keselamatan Penerbangan  dari Federasi Pilot Indonesia.
​UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan:
Negara wajib menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran penerbangan. Negara juga wajib melindungi awak pesawat dan penumpang dari segala bentuk tindakan melawan hukum.
​ICAO Annex 13 tentang Investigasi Kecelakaan Pesawat dan Keamanan Penerbangan:
Indonesia sebagai anggota ICAO wajib menjamin standar keamanan penerbangan sipil dan melindungi penerbangan dari tindakan gangguan melawan hukum.
​B. SARAN DAN PERMOHONAN :
​Guna menjamin pengamanan dan keselamatan penerbangan di Papua secara tegas dan terukur, kami memohon kebijaksanaan Bapak Presiden untuk :
​Menugaskan Pasukan Pengamanan Khusus Korps Pasukan Gerak Cepat TNI AU/ KORPASGAT :
Menempatkan personel KORPASGAT pada setiap bandara di wilayah rawan di Papua. KORPASGAT memiliki doktrin, latihan, dan profesi khusus dalam Air Base Defense dan Pengendalian Pangkalan/Bandara.
​Jika Diperlukan, Seluruh Bandara di Papua Diawaki KORPASGAT :
Mengingat eskalasi ancaman yang sistematis, kami sarankan untuk sementara waktu seluruh bandara di Papua berada dalam pengamanan penuh KORPASGAT. Hal ini untuk memberikan rasa aman kepada maskapai, awak, dan masyarakat pengguna jasa penerbangan.
​Mengingat jaminan keamanan dan keselamatan yang  kurang jelas, sehingga seringnya terjadi kekerasan oleh KKB terhadap pesawat sipil sampai memakan korban baik personil,  material maupun spiritual maka perlu dipertimbangkan Bandara Bandara tersebut ditutup.
​Komando Operasi Terpadu :
​Menegaskan bahwa pengamanan bandara dan jalur penerbangan di Papua berada dalam satu komando operasi TNI untuk efektivitas dan kecepatan dalam merespon ancaman.
​C. PENUTUP :
​Kami yakin di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, keselamatan rakyat dan kedaulatan NKRI adalah harga mati. Penerbangan yang aman adalah syarat mutlak agar roda ekonomi, pendidikan, dan kesehatan di Papua dapat berjalan.
​Atas perhatian dan tindakan cepat JENDERAL, kami ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya.
​NKRI HARGA MATI
TUMPAS KEKERASAN SAMPAI TUNTAS
​Hormat kami,  untuk dan atas nama masyarakat AAU’69 BOGOWONTO,
​ttd
​SUBANDI PARTO SH MH MBA/MARSEKAL MUDA TNI PURN AAU’69 (AMZ)
Jakarta,  Juli 2026.

  • Related Posts

    Rencana Penarikan Kewenangan Pejabat Eselon II ke Pusat Tuai Kecemasan Kepala Daerah

    KN-JAKARTA — Wacana pengalihan kewenangan pengelolaan pejabat eselon II di daerah dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat memicu kecemasan para kepala daerah. Kebijakan yang mengemuka dalam pembahasan Revisi Undang-Undang Aparatur…

    OJK Minta Perbankan Blokir 38 Ribu Rekening Judi Online, Perputaran Dana Tembus Rp 86,8 Triliun

    KN-JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginstruksikan perbankan nasional untuk memblokir sekitar 38.796 rekening yang terindikasi berkaitan dengan aktivitas judi online. Selain pemblokiran, OJK juga meminta perbankan menelusuri alur dana…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *