KN. Diriwayatkan dari Abu Juhaim, dia berkata: Rasulullah Saw. bersabda, “Seandainya orang yang hendak lewat di depan orang yang shalat mengetahui betapa besar dosanya, dia akan memilih menunggu walaupun harus empat puluh hari dari pada lewat di hadapannya”. Perawi mengatakan: “Aku tidak tahu apakah beliau mengatakan empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun”.
Diriwayatkan dari Abu Qatadah al-Anshari bahwa Rasulullah Saw. pernah melaksanakan shalat dengan menggendong Umamah binti Zainab binti Muhammad yakni putri dari Abul Ash bin ar-Rabi’ bin Abd Syams. Apabila beliau hendak sujud, maka beliau menurunkannya, dan ketika berdiri beliau menggendongnya kembali.
Diriwayatkan dari Abu Mas’ud al-Anshari bahwa ia menemui al-Mugirah bin Syu’bah yang telah mengakhirkan waktu shalat di Irak. Abu Mas’ud mengatakan, “Apa yang engkau lakukan wahai Mughirah ?” Bukankah engkau tahu bahwa Jibril turun, kemudian mendirikan shalat, maka Rasulullah Saw. pun mendirikan shalat. Kemudiannya Jibril mendirikan shalat, maka Rasulullah pun mendirikan shalat. Kemudian Jibril mendirikan shalat, maka Rasulullah pun mendirikan shalat. Kemudian Jibril mendirikan shalat, maka Rasulullah pun mendirikan shalat. Kemudian Jibril mendirikan shalat, maka Rasulullah pun mendirikan shalat. Kemudian Jibril mendirikan shalat, maka beliau pun mendirikan shalat. Lalu Jibril berkata, “Demikianlah aku diperintahkan (untuk memperlihatkan shalat yang diperintahkan kepadamu)”.
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa seorang laki-laki telah mencium seorang perempuan yang tidak sah secara tidak sengaja. Laki-laki itu mendatangi Rasulullah Saw. dan menceritakannya. Maka turunlah ayat : “Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. (QS. Huud : 114). Pria itu bertanya, “Apakah ayat ini turun khusus untukku ?” Beliau menjawab, “Ayat ini berlaku bagi seluruh umatku”.
Dari Ibnu Mas’ud diriwayatkan hadits yang sama dengan redaksi akhirnya beliau bersabda, “Bagi siapa saja yang melakukan (dosa)”.
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. “Amal apakah yang paling disukai oleh Allah ?” Beliau menjawab, “Mengerjakan shalat tepat pada waktunya”. Aku bertanya lagi, “Kemudian amal apa ?” Beliau bersabda, “Berbakti kepada orang tua”. Aku bertanya lagi, “Kemudian apa ?” Beliau menjawab, “Jihad fi sabilillah”. Sepertinya, apabila aku bertanya lebih banyak lagi, tentu beliau akan memberikan yang lebih banyak”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Bagaimana menurut kalian apabila di depan rumah kalian terdapat aliran sungai, kemudian setiap hari engkau membersihkan diri di sana sebanyak lima kali sehari. Apakah akan tersisa kotoran?” Mereka menjawab, “Tentu tidak akan ada kotoran yang tersisa”. Beliau bersabda lagi, “Demikian halnya dengan shalat lima waktu, dengannya Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahan”.
Diriwayatkan dari Anas bahwa Nabi Saw. bersabda, “Seimbangkanlah posisi sujud kalian, jangan sampai lenganmu menyentuh tanah layaknya seekor anjing. Apabila hendak meludah, maka hendaklah jangan meludah ke arah depan atau pun kanan, karena sesungguhnya ia tengah bermunajat (di dalam shalatnya) kepada Tuhannya”.
Diriwayatkan dari Abu Barzah bahwa Rasulullah Saw. mendirikan shalat shubuh ketika seseorang diantara kami dapat mengenal siapa yang duduk di sebelahnya. Beliau membaca ayat antara enam puluh sampai seratus ayat. Beliau mendirikan shalat dhuhur ketika matahari tergelincir, dan melaksanakan shalat ashar ketika seseorang dapat pulang pergi dari tempat terjauh di Madinah dan mendapati matahari masih panas. Perawi tidak ingat bagaimana beliau melakukan shalat maghirb. Hanya saja, Rasulullah Saw. tidak keberatan kalau harus mengerjakan shalat isya setelah lewat sepertiga malam pertama atau hingga tengah malam”.
Diriwayatkan dari Anas, dia berkata : “Kami melaksanakan shalat ashar bersama Rasulullah Saw. kemudian apabila seseorang dari kami pergi ke Bani Amr bin Auf, ia akan mendapati mereka sedang mendirikan shalat ashar”.
Diriwayatkan dari Anas, dia berkata : “Rasulullah Saw. melaksanakan shalat ashar ketika matahari masih panas dan tinggi. Apabila seseorang pergi ke al-Wali, Madinah, sesampainya di sana ia akan menemukan bahwa matahari masih tinggi. Sebagian orang mengatakan bahwa jarak antara al-Wali, Madinah dengan kota adalah empat mil”.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Orang yang tertinggal shalat ashar (dari waktunya) sama dengan kehilangan keluarga dan harta kekayaannya”.
Diriwayatkan dari Jabir bahwa kami sedang bersama Rasulullah Saw., kemudian beliau melihat bulan purnama, kemudian bersabda, “Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian dengan mata telanjang sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini. Kalian tidak akan tertimpa bahaya dengan melihatnya. Maka jangan sampai engkau kehilangan shalat shubuh dan shalat ashar (karena lalai, lupa atau kesibukan lainnya)”. Kemudian beliau membaca ayat : “Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)”. (QS. Qaaf : 39).
Diriwayatkan dari Buraidah pada saat hari mendung, segerakanlah shalat ashar sebab Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang tidak mengerjakan shalat ashar, maka amalannya telah hilang”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Malaikat akan datang kepadamu secara silih berganti, seiring bergantinya siang dan malam. Mereka semua berkumpul pada saat shalat shubuh dan ashar. Mereka yang melewatkan waktunya bersamamu naik ke langit, dan Allah bertanya kepada mereka, “Sedang apakah hamba-Ku ketika engkau tinggalkan?” Mereka menjawab, “Ketika kami meninggalkannya ia sedang shalat dan ketika kami mendatangi mereka, mereka juga sedang shalat”.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila diantara kalian hanya mendapatkan satu rakaat dari shalat ashar sebelum matahari tenggelam, maka ia harus menyempurnakan shalatnya. Demikian juga apabila diantara kalian hanya memperoleh satu rakaat shalat shubuh sebelum terbit matahari, maka ia harus menyempurnakannya (walaupun waktu telah melewati batasnya)”.
Diriwayatkan dari Rafi’ bin Khadiz, dia berkata : “Kami melaksanakan shalat maghrib bersama Rasulullah Saw. setelah selesai salah seorang diantara kami beranjak dan ia masih dapat melihat tempat anak panahnya”.
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, dia berkata : “Rasulullah Saw. melaksanakan shalat dhuhur pada tengah hari, shalat ashar saat matahari masih bersinar, shalat maghrib setelah matahari tenggelam (sesuai dengan waktu yang telah ditentukan) dan shalat isya dengan waktu yang beragam. Apabila beliau melihat para sahabat telah berkumpul, beliau melaksanakan segera, dan apabila orang-orang terlambat beliau mengakhirkannya. Sedangkan shalat shubuh dilaksanakan ketika hari masih gelap”.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal al-Muzaniyi bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Janganlah terpengaruh oleh orang-orang Arab Badui yang menamakan shalat maghrib dengan nama shalat isya”.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah Saw. mengakhirkan shalat isya, saat Islam masih belum tersebar luas. Rasulullah tidak keluar hingga diberitahukan oleh Umar bahwa kaum perempuan dan anak-anak telah tertidur. Maka Rasulullah keluar sedangkan orang-orang tengah menunggu d masjid. Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak ada satu pun penghuni bumi yang menunggu shalat seperti kalian”.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah tentang hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah Saw. mengakhirkan shalat isya sehingga Umar menemui beliau. Dalam riwayat ini terdapat tambahan bahwa ‘Aisyah berkata, “Beliau mengerjakan shalat isya antara hilangnya senja dan pada akhir dari sepertiga malam”. Dalam riwayat Ibnu Abbas ia mengatakan bahwa Rasulullah Saw. keluar dari rumahnya seakan-akan sedang melihatnya sekarang, bahkan terlihat air menetes dari ujung rambut beliau. Kemudian beliau meletakkan tangannya pada kepala beliau yang mulia seraya berkata, “Seandainya tidak akan membebani umatku, niscaya aku akan menetapkan waktu isya adalah saat ini”.
Anas meriwayatkan hadits tersebut, kemudian berkata, “Seakan-akan aku melihat lingkaran cahaya pada cincin beliau pada malam itu”.
Diriwayatkan dari Abu Musa bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang shalat dua shalat yang dingin (ashar dan shubuh) maka ia akan masuk surga”.
Diriwayatkan dari Anas bahwa Zaid bin Tsabit menceritakan bahwa mereka melaksanakan sahur bersama Rasulullah Saw. kemudian melaksanakan shalat shubuh. Aku bertanya, “Berapa lama jarak antara keduanya (sahur dan shalat) ?” Zaid menjawab, “Sekitar lima puluh sampai enam puluh bacaan ayat”.
Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad, dia berkata, “Aku melaksanakan sahur bersama keluargaku, seraya melambatkannya hingga datang waktu shalat shubuh bersama Rasulullah Saw.”.
Diriwayatkan dari Ibnu Abas, dia berkata : “Bersaksi orang-orang yang lurus dan shalih, dan diantara yang paling aku cintai dari mereka adalah Umar. Sesungguhnya Rasulullah Saw. melarang shalat sunah setelah shubuh hingga matahari terbit dan setelah ashar hingga matahari terbenam”.
Diriwayatkan dari Umar bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Jangan mengerjakan shalat pada saat matahari terbit dan pada saat matahari terbenam”.
Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila tepian matahari muncul, tangguhkanlah hingga ia menjadi lebih tinggi, dan jika tepian matahari tenggelam ke bawah, maka tangguhkanlah shalat hingga ia benar-benar tenggelam”








