Tafsir Al Qur’an

KN. Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa saat Rasulullah SAW. memasuki Madinah, saat itu merupakan hari ba’ats (yaitu ketika dua suku besar: Aus dan Khajraj berselisih dan berperang). Sehingga suku-suku yang ada di Madinah terpecah-belah, para pemuka dari suku mereka sebagian besar sudah banyak yang meninggal dan terluka. Dan ternyata keadaan tersebut menjadi suatu kebaikan bagi Rasulullah sehingga hal tersebut membawa mereka semua untuk memeluk dan bersatu di dalam Islam.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Jika bukan karena hijrah, tentu akau adalah seorang Ashar”.

Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Rasulullah SAW. melihat kaum perempuan dan anak-anak dari kaum Anshar yang baru kembali dari perayaan pernikahan seseorang. Berdiri beliau dan menyapa mereka dengan berkata tiga kali, ‘Demi Allah, kalian termasuk orang-orang yang paling aku cintai'”.

Diriwayatkan dari Anas bahwa sekelompok wanita datang menemui Rasulullah SAW. dengan membawa serta anak-anak mereka. Rasulullah berbicara kepada mereka dan bersabda, “Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, kalian termasuk orang-orang yang paling aku cintai”. Beliau mengatakannya dua kali.

Diriwayatkan dari Zaid bin Arkam bahwa orang-orang Anshar berkata, “Wahai Rasulullah SAW., setiap nabi memiliki pengikut. Dan kami telah mengikuti jejakmu, berdoalah kepada Allah agar Dia menjadikan pengikut kami sebagai bagian dari kami”. Maka Rasulullah berdoa untuk mereka.

Diriwayatkan dari Abu Humaid bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Sesungguhnya keluarga terbaik dari kaum Anshar adalah Bani Najjar, Bani Abdul Asyhal, Bani al-Harits dan Bani Sa’idah. Dan kebaikan meliputi seluruh keluarga Anshar”. Sa’ad bin Ubadah berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, engkau telah menempatkan keluarga kami sebagai posisi paling akhir di antara keluarga-keluarga Anshar ?” Maka beliau bersabda, “Apakah belum cukup bagi kalian berada di dalam keluarga yang terpilih ?!”.

Diriwayatkan dari Usaid bin Khudhair bahwa ada seorang laki-laki dari Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, mengapa engaku tidak menunjuk aku sebagaimana engkau menunjuk si Fulan ?” Rasulullah bersabda, “Sepeninggalku nanti, akan ada orang yang menunjukmu selain ak…

Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Abu Bakar dan al-Abbas lewat di sebuah majelis di mana orang-orang Anshar berkumpul, saat itu mereka tengah menangis. Abu Bakar atau al-Abbas berkata, “Apa yang membuat kalian menangis?” Mereka menjawab, “Kami menangis karena teringat ketika Rasulullah SAW. bersama di majelis kami”. Maka Abu Bakar menemui Rasulullah dan menceritakan hal itu. Kemudian Rasulullah berangkat, dengan mengenakan kain pengikat kepala. Lalu beliau berdiri di atas mimbar, dan itu terakhir kalinya beliau naik ke atas mimbar. Beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian bersabda, “Aku wasiat kepada kalian untuk menjaga orang-orang Anshar, karena mereka adalah sahabat-sahabatku yang kepadanya aku ceritakan rahasia-rahasiaku. Mereka telah menunaikan hak dan kewajiban yang diberikan. Maka terimalah perbuatan baik yang dilakukan mereka dan maafkanlah perbuatan-perbuatan buruk mereka”.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa suatu ketika Rasulullah SAW. keluar, padahal beliau dalam keadaan sakit yang cukup parah. Saat itu beliau mengenakan selimut untuk menutupi bahu, sedangkan kepala dibalut oleh kain yang diminyaki. Kemudian beliau duduk di atas mimbar. Beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya. Kemudian bersabda, “Amma ba’du, wahai orang-orang, jumlah manusia akan terus bertambah banyak. Tetapi orang-orang Anshar jumlahnya akan terus berkurang, sehingga mereka sepeti garam di atas makanan. Barangsiapa di antara kalian yang jadi penguasa kelak, sehingga dengan kekuasaannya dapat memberikan kesengsaraan atau manfaat bagi orang lain, hendaklah menerima perbuatan mereka (kaum Anshar) yang baik, dan memaafkan perbuatan mereka yang buruk”.

Diriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Arasy berguncang karena kematian Sa’ad bin Mu’adz”.

Diriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah SAW. berkata kepada Ubay, “Sesungguhnya Allah memerintahkan aku untuk membacakan ayat : ‘Mereka yang kafir di antara Ahli Kitab….’ (QS. al-Bayyinah : 1) kepada engkau”. Ubay berkata, “Apakah Allah menyebutkan namaku ?” Beliau menjawab, “Benar”. Mendengar hal itu, Ubay pun menangis.

Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Pada masa Rasulullah SAW., Al-Qur’an dikumpulkan oleh empat orang sahabat yang berasal dari kaum Anshar : Ubay, Mu’adz bin Jabal, Abu Zaid dan Zaid bin Tsabit”. Dikatakan kepada Anas, “Siapakah Abu Zaid itu ?” Dia menjawab, “Dia adalah salah seorang pamanku”.

Diriwayatkan dari Anas bahwa pada saat perang Uhud berkecamuk, banyak orang yang berbalik dan meninggalkan Rasulullah SAW. di medan perang, hingga yang di dekat beliau hanya ada Abu Thalhah. Dia berdiri tegak menjadi perisai yang melindungi tubuh Rasulullah. Abu Thalhah adalah seorang laki-laki yang kuat, pemanah yang handal ketika itu dia mematahkan dua atau tiga busur panah. Jika ada orang lewat membawa anak panah yang banyak, Rasulullah memerintahkannya untuk mengosongkan kantung anak panah itu untuk digunakan oleh Abu Thalhah. Pada saat Rasulullah melihat musuh-musuhnya, kemudian Abu Thalhah berkata, “Wahai Rasulullah, biarlah ayah dan ibuku berkorban untuk engkau. Jangan engkau tegakkan tubuhmu. Tidak akan aku biarkan sepotong anak panah pun menyentuh engkau. Biarkan leherku dan dadaku terluka untukmu”. Pada saat itu aku melihat ‘Aisyah binti Abu Bakar dan Ummu Sulaim menggulung pakaiannya hingga aku melihat perhiasan yang melekat pada kaki mereka. Mereka berdua membantu dengan membawa kantung kulit berisi air untuk pasukan yang terluka dan kehausan, lalu kembali untuk mengisinya. Pada saat itu pedang Abu Thalhah jatuh hingga dua atau tiga kali.

  • Related Posts

    SUBHANALLAH ATAU MASYA ALLAH, KADANG SUKA TERBALIK

    KN. Subhanallah atau Masya Allah, Kadang Suka Terbalik!? Subhanallah atau Masya Allah Ungkapan Subhaanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, dan dengan ucapan itu kita menetapkan bahwa…

    Ringkasan Fikih Bayar Fidyah

    1. Dibayarkan di bulan Ramadhan, boleh di awal bulan, boleh di tengah atau di akhir 2. Boleh memilih antara 2 bentuk: a. Beras, maka sebesar 1/2 sha’ (sekitar 1,5kg) per…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *