KN-JAKARTA, Kawasan Monumen Nasional (Monas) berubah menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat pada Sabtu (28/3). Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa penyelenggaraan Bazar Rakyat bertajuk “Istana untuk Rakyat” bukan sekadar hiburan musiman, melainkan momentum strategis untuk membangkitkan produktivitas UMKM pasca-hari raya.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyatakan bahwa antusiasme luar biasa dari masyarakat menjadi bukti konkret bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menggerakkan ekonomi akar rumput berjalan efektif.
Dorong Perputaran Stok dan Produksi Baru
Maman menjelaskan bahwa keterlibatan ratusan pelaku usaha dalam acara ini memberikan dampak domino hingga ke sentra-sentra perdagangan besar.
-
- Sektor Kriya & Fashion: Pemerintah menyediakan 100.000 paket produk (pakaian, sepatu, dan tas) senilai Rp200.000 per paket yang dibagikan gratis. Dampaknya terasa hingga ke perajin di Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, hingga Bandung.
- Sektor Kuliner: Melibatkan lebih dari 600 pengusaha UMKM yang menyediakan sekitar 300.000 porsi makanan.
- Sembako: Pendistribusian paket sembako senilai Rp300.000 untuk membantu meringankan beban masyarakat.
“Pengusaha UMKM, salah satunya perajin sepatu, dapat menghabiskan stok lama mereka di sini dan segera kembali memutar produksi dengan stok baru. Inilah esensi penguatan kapasitas usaha,” ujar Maman.
Kolaborasi Lintas Kementerian
Di sisi lain, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa suksesnya acara ini merupakan buah dari kolaborasi solid antar-kementerian. Berdasarkan estimasi, lebih dari 200.000 pengunjung memadati area Monas, dengan serapan konsumsi yang hampir mencapai 100%.
Foto: Tedy Kroen/rm.id







