Peringati HANI 2026, Tuanku Muhammad Ajak Pemuda Banda Aceh Jadi Pelopor Gerakan “Berani Berkarya, Berani Tolak Narkoba”

KN-Banda Aceh — Menandai momentum penting Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, S.Pd.I., M.Ag., menyerukan ajakan menyentuh bagi seluruh generasi muda di Kota Banda Aceh. Ia mendorong para pemuda untuk tampil sebagai pelopor perubahan dengan menjauhi narkoba dan mengalihkan energi masa muda mereka ke dalam karya, prestasi, serta aktivitas yang bermanfaat.

​Menurut pria yang akrab disapa Tuanku Muhammad ini, strategi perang melawan narkoba tidak bisa lagi hanya ditumpukan pada pundak aparat penegak hukum semata. Gerakan pencegahan yang masif harus diinisiasi dan dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga, sekolah, kampus, komunitas, hingga ke ruang-ruang digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan generasi milenial dan Gen Z.

Keripik Kulit Ayam Klik Disini

​“Hari ini tantangan terbesar generasi muda bukan hanya pergaulan di dunia nyata, tetapi juga pengaruh negatif yang masuk melalui dunia digital. Karena itu, anak muda harus berani berkata tidak terhadap narkoba dan berani berkata iya terhadap mimpi, prestasi, serta masa depan.”

Narkoba Bukan Solusi Tekanan Hidup

​Ia memberikan penegasan kuat bahwa narkoba sama sekali tidak pernah menjadi jalan keluar atau solusi atas segala tekanan hidup, impitan persoalan ekonomi, maupun kerumitan masalah pergaulan. Sebaliknya, keterlibatan dengan barang haram tersebut justru menjadi awal mula kehancuran total: merusak kesehatan fisik dan mental, meretakkan hubungan keluarga, memutus rantai pendidikan, melenyapkan masa depan, hingga menyeret korbannya ke dalam lingkaran hitam kriminalitas.

​Sebagai Pembina IMAN (Insan Muda Anti Narkoba), Tuanku Muhammad melihat bahwa generasi muda di Kota Banda Aceh sebenarnya memiliki modal potensi yang luar biasa besar. Kombinasi antara semangat religius, akar budaya yang kuat, kreativitas tanpa batas, serta kelenturan dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi modern adalah aset berharga untuk membawa Aceh ke arah yang jauh lebih maju. Kualitas unggul inilah yang wajib diproteksi ketat agar tidak tereduksi oleh bahaya laten penyalahgunaan narkoba.

​“Jangan biarkan satu pil atau satu paket narkoba menghancurkan cita-cita yang telah dibangun bertahun-tahun. Masa depan tidak ditentukan oleh seberapa banyak kita mengikuti tren, tetapi oleh seberapa bijak kita mengambil keputusan,” imbuhnya.

Dorong Aktivitas Positif dan Kolaborasi Lintas Sektor

​Guna membentengi diri dari jeratan narkoba, legislator PKS ini mengajak anak-anak muda untuk menyalurkan dinamisme mereka ke dalam berbagai bidang positif yang produktif, seperti:

  • Olahraga dan Kesehatan: Membangun ketahanan fisik.
  • Dakwah dan Keagamaan: Mempertebal benteng spiritualitas.
  • Kewirausahaan (Entrepreneurship): Mengembangkan kemandirian ekonomi sejak dini.
  • Organisasi Kepemudaan & Komunitas Kreatif: Melatih jiwa kepemimpinan.
  • Literasi Digital: Mengisi ruang siber dengan konten edukatif dan memperluas jaringan pertemanan yang sehat.

​Di sisi lain, ia juga memberikan catatan penting bahwa pencegahan narkoba adalah sebuah kerja kolektif yang membutuhkan sinergi dan tanggung jawab bersama. Pemerintah Kota Banda Aceh, institusi pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi), tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan orang tua, hingga para content creator diharapkan dapat berkolaborasi aktif guna menciptakan ekosistem lingkungan yang aman, suportif, serta ramah bagi tumbuh kembang generasi muda.

Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045

​Momentum HANI 2026 kali ini mengusung tema yang sangat strategis, yaitu “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini menjadi alarm pengingat bagi semua pihak bahwa cetak biru kesuksesan visi Indonesia Emas kelak sangat bertumpu pada kualitas komparatif dan kompetitif generasi mudanya saat ini yang bersih dari belenggu narkoba.

​Sebagai penutup dari penyataan resminya, Tuanku Muhammad menyisipkan sebuah pesan penutup yang sarat akan motivasi:

​“Jadilah generasi yang berani bermimpi, berani berkarya, dan berani mengatakan tidak pada narkoba. Karena masa depan Aceh dan Indonesia tidak dibangun oleh generasi yang terjerat narkoba, tetapi oleh generasi yang sehat, cerdas, berakhlak, dan penuh prestasi.”

Foto: Tuanku Muhammad Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh yang juga Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh. (Waspada.id/Ist)

Related Posts

Menghadapi Dinamika Eksternal, Konferensi Republik Berlanjut dalam Format Daring

KN-Jakarta, Konsolidasi Nasional Konferensi Republik bertajuk “Jalan Menata Kembali Republik” yang dijadwalkan berlangsung hari ini di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, dibatalkan secara mendadak dan sepihak beberapa jam sebelum acara dibuka.…

Sinergi Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kilogram Sabu Asal Thailand di Lhokseumawe

KN-Lhokseumawe — Kolaborasi intensif antara Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe, Satgas Kapal Patroli BC 15031, dan Satuan Tugas NOC Tim I Mabes Polri berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *